Butuh Bantuan? Customer service Distributor Hijab Alila siap melayani dan membantu Anda.
INFO : Alila Fair Online sedang berlangsung, yuuk segera hubungi kami dear :) Diskon up to 20% INFO : Alila Fair Offline sedang berlangsung, yuuk segera kunjungi kami dear :) Diskon up to 50%
Beranda » Artikel Terbaru » Yusya’ bin Nun

Yusya’ bin Nun

Diposting pada 17 Mei 2019 oleh Distributor Hijab Alila | Dilihat: 183 kali

Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam, namanya tak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an, tak banyak yang pernah mendengar nama dan kisahnya, beliau adalah murid Nabi Musa ‘alaihi salam yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi, “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’.” (QS. Al-Kahfi: 60)

Dituliskan dalam kitab kisah para Nabi, Allah mencabut ke-berhak-an tanah Palestina atas Bani Israil sebab mereka telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya sekali. Saat Allah baru saja menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun mereka telah kembali mendurhakai-Nya, saat Nabi Musa menyampaikan kalam Allah “Wahai Kaumku, masuklah ke tanah suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang karena takut kepada musuh, maka kamu menjadi orang yang merugi” mereka malah menjawab “Hai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya.” Padahal, mereka belum lama melihat kebesaran Allah saat ratusan ribu tentara Firaun yang Allah tenggelamkan begitu saja untuk menolong mereka

Sesudah wafatnya Nabi Musa dan tidak bisa membebaskan Al-Aqsha sebab Bani Israil menolak sehingga dihukum oleh Allah dengan berputar-putar di padah Tiih selama 40 tahun, kemudian lahirlah sebuah generasi baru yang lebih baik juga taat yang berjuang bersama Nabi Yusya’ untuk membebaskan Masjidil Aqsha yang pada saat itu sedang dijajah oleh kaum Jabbarin. Pembebasan ini dimulai dari Nabi Yusya’ membuat pengecualian pada 3 kalangan ini untuk tidak turut serta dalam ekspedisi ini, mereka adalah;
1. Laki-laki yang baru saja menikah sementara ia belum menggauli isterinya
2. Seseorang yang sedang membangun rumahnya, sementara atapnya belum terpasang
3. Seseorang yang sudah bertanam tapi belum sempat memanennya kemudian seseorang yang memiliki kambing atau unta bunting dan ia sedang menanti kelahirannya

Nabi Yusya’ membutuhkan kualitas manusia yang bukan main-main, hikmah dari instruksi tersebut sangat jelas setiap prajurit Bani Israil yang berangkat dapat fokus dan konsentrasi dalam tugas, yang mana di dalamnya bukan orang-orang yang masih punya keterikatan pada dunia

Pasukannya pun mulai merayap, perang telah dimulai. Saat posisi pasukan Bani Israil benar-benar dekat dengan Baitul Maqdis, dan masing-masing telah menempatkan diri, matahari telah bergerak condong ke barat kiranya telah waktu Ashar. Untuk menaklukan dan merebut Baitul Maqdis dari kaum musyrikin, tentu membutuhkan waktu lebih dari sekadar rentang antara Ashar sampai tenggelamnya matahari
Terlebih lagi saat itu adalah hari Jumat. Jikalau terlambat, pertempuran akan melewati senja tenggelam di ufuk barat dan hari pun berganti, Jumat menjadi Sabtu. Sementara, hari Sabtu adalah hari suci bagi Bani Israil, hari yang sangat dihormati dan dimuliakan

Di sanalah peran penting seorang panglima, Nabi Yusya’ harus memutuskan dengan cepat dalam waktu singkat secara tepat. Kondisi dan situasi mengharuskan penaklukan Baitul Maqdis tidak dapat ditunda. Kemudian, keistimewaan inilah yang Allah berikan kepada beliau, Nabi Yusya’ bin Nun mengucapkan kepada matahari, “Engkau sedang menjalankan perintah, aku juga saat ini sedang melaksanakan perintah Allah, tahanlah matahari ini barang sesaat untukku.” Maka Allah kabulkan doanya, kemudian kemenangan Bani Israil pun dapat diraih sebelum matahari tenggelam. Masjidil Aqsha pun dikuasai oleh Bani Israil yang taat itu, Nabi Yusya’ bin Nun tetap berada di tengah- tengah mereka untuk membimbing, mengarahkan, dan memimpin hingga beliau meninggal selisih 27 tahun setelah wafatnya Nabi Musa. Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau ‘alaihis salam dan semoga Allah memberi kehormatan pada kita semua agar bisa menjadi generasi selanjutnya yang membebaskan Baitul Maqdis

#SahabatAlAqsha

Bagikan informasi tentang Yusya’ bin Nun kepada teman atau kerabat Anda.

Yusya’ bin Nun | Distributor Hijab Alila

Belum ada komentar untuk Yusya’ bin Nun

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

Edisi Terbatas
Rp 310.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Neo Alexandria Dark Orchid
Edisi Terbatas
Rp 355.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Denim Pocket Denim
Terpopuler
Rp 90.000
Stok: Tersedia
Kode: Khimar Luxy Grey
Paling Laris
Rp 235.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Q Baby Salmon
SIDEBAR