Butuh Bantuan? Customer service Distributor Hijab Alila siap melayani dan membantu Anda.
INFO : Alila Fair Online sedang berlangsung, yuuk segera hubungi kami dear :) Diskon up to 30% INFO : Alila Fair Offline sedang berlangsung, yuuk segera kunjungi kami dear :) Diskon up to 70%
Beranda » Artikel Terbaru » Yusya’ Bin Nun ‘alaihis salam

Yusya’ Bin Nun ‘alaihis salam

Diposting pada 30 Agustus 2021 oleh Distributor Hijab Alila | Dilihat: 15 kali

Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam, namanya tak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an, tak banyak yang pernah mendengar nama dan kisahnya, beliau adalah murid Nabi Musa ‘alaihi salam yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi, “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’.” (QS. Al-Kahfi: 60)

Dituliskan dalam kitab kisah para Nabi, Allah mencabut ke-berhak-an tanah Palestina atas Bani Israil sebab mereka telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya sekali. Saat Allah baru saja menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun mereka telah kembali mendurhakai-Nya, saat Nabi Musa menyampaikan kalam Allah “Wahai Kaumku, masuklah ke tanah suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang karena takut kepada musuh, maka kamu menjadi orang yang merugi” mereka malah menjawab “Hai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya.” Padahal, mereka belum lama melihat kebesaran Allah saat ratusan ribu tentara Firaun yang Allah tenggelamkan begitu saja untuk menolong mereka

Sesudah wafatnya Nabi Musa dan Masjidil Aqsha belum berhasil dibebaskan—sebab Bani Israil menolak sehingga dihukum oleh Allah dengan berputar-putar di padah Tiih selama 40 tahun—, kemudian lahirlah sebuah generasi baru yang lebih baik juga taat yang berjuang bersama Nabi Yusya’ untuk membebaskan Masjidil Aqsha yang pada saat itu sedang dijajah oleh kaum Jabbarin. Pembebasan dimulai dari Nabi Yusya’ yang membuat pengecualian pada 3 kalangan ini untuk tidak turut serta dalam ekspedisi ini, mereka adalah;

1. Laki-laki yang baru saja menikah sementara ia belum menggauli istrinya

2. Seseorang yang sedang membangun rumahnya, sementara atapnya belum terpasang

3. Seseorang yang sudah bertanam tapi belum sempat memanennya kemudian seseorang yang memiliki kambing atau unta bunting dan ia sedang menanti kelahirannya

 

Nabi Yusya’ membutuhkan kualitas manusia yang bukan main-main.

Hikmah dari instruksi tersebut sangat jelas: setiap prajurit Bani Israil yang berangkat harus bisa fokus dan konsentrasi dalam tugas, yang mana di dalamnya bukan orang-orang yang masih punya keterikatan pada dunia⁣

 

Pasukannya pun mulai merayap, perang telah dimulai. Saat posisi pasukan Bani Israil benar-benar dekat dengan Baitul Maqdis, dan masing-masing telah menempatkan diri, matahari telah bergerak condong ke barat kiranya telah masuk waktu Ashar. Untuk menaklukan dan merebut Baitul Maqdis dari kaum musyrikin, tentu membutuhkan waktu lebih dari sekadar rentang antara Ashar sampai tenggelamnya matahari⁣

Terlebih lagi saat itu adalah hari Jumat. Jikalau terlambat, pertempuran akan melewati senja tenggelam di ufuk barat dan hari pun berganti, Jumat menjadi Sabtu. Sementara, hari Sabtu adalah hari suci bagi Bani Israil, hari yang sangat dihormati dan dimuliakan⁣

 

Di sanalah peran penting seorang panglima, Nabi Yusya’ harus memutuskan dengan cepat dalam waktu singkat secara tepat. Kondisi dan situasi mengharuskan penaklukan Baitul Maqdis tidak dapat ditunda. Kemudian, keistimewaan inilah yang Allah berikan kepada beliau, Nabi Yusya’ bin Nun mengucapkan kepada matahari, “Engkau sedang menjalankan perintah, aku juga saat ini sedang melaksanakan perintah Allah, tahanlah matahari ini barang sesaat untukku.” Maka Allah kabulkan doanya, kemudian kemenangan Bani Israil pun dapat diraih sebelum matahari tenggelam. Masjidil Aqsha pun dikuasai oleh Bani Israil yang taat itu, Nabi Yusya’ bin Nun tetap berada di tengah- tengah mereka untuk membimbing, mengarahkan, dan memimpin hingga beliau meninggal selisih 27 tahun setelah wafatnya Nabi Musa⁣

 

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau ‘alaihis salam dan semoga Allah memberi kehormatan pada kita semua agar bisa menjadi generasi selanjutnya yang membebaskan Baitul Maqdis

#SahabatAlAqsha #PembebasanPertamaMasjidilAqsha #PembebasanMasjidilAqsha #KisahPembebasanAlAqsha #KisahPembebasanMasjidilAqsha

Bagikan informasi tentang Yusya’ Bin Nun ‘alaihis salam kepada teman atau kerabat Anda.

Yusya’ Bin Nun ‘alaihis salam | Distributor Hijab Alila

Belum ada komentar untuk Yusya’ Bin Nun ‘alaihis salam

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

Gamis zahwa pomi yellow teal

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 225.000
Tersedia / Gamis zahwa pomi
Rp 225.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis zahwa pomi
Ibunda Salahuddin Al-Ayyubi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
*Harga Hubungi CS
Stok:
Terpopuler
Khimar Luxy Grey

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 90.000
Tersedia / Khimar Luxy Grey
Rp 90.000
Stok: Tersedia
Kode: Khimar Luxy Grey
Edisi Terbatas
Gamis Bayla

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 280.000
Tersedia / Gamis Bayla
Rp 280.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Bayla
SIDEBAR