Butuh Bantuan? Customer service Distributor Hijab Alila siap melayani dan membantu Anda.
INFO : Alila Fair Online sedang berlangsung, yuuk segera hubungi kami dear :) Diskon up to 30% INFO : Alila Fair Offline sedang berlangsung, yuuk segera kunjungi kami dear :) Diskon up to 70%
Beranda » Artikel Terbaru » Kehormatan Palsu

Kehormatan Palsu

Diposting pada 3 Juni 2021 oleh Distributor Hijab Alila | Dilihat: 49 kali
KEHORMATAN PALSU
***
WrItten by ust Satria Hadi Lubis
Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang gurunya Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya
Sang mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi.
Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi, “Apakah kau bisa menyediakan minuman arak untukku?”
Rumi kaget mendengarnya, “Memangnya guru juga minum?”
“Iya”, jawab Syams.
Rumi masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini.”
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah.”
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya.”
“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.”
“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman arak tersebut.”
“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman haram?”
“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur.”
Karena kecintaan pada gurunya, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah dan berjalan ke arah pemukiman kaum nasrani.
Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.
Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat membeli botol minuman kemudian ia sembunyikan di balik jubah lalu keluar.
Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.
Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin Rumi yang setiap hari jadi imam sholat kalian baru saja pergi ke perkampungan nasrani dan membeli minuman keras..!”
Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!”, orang itu berkata lantang dan provokatif.
Orang-orang mulai marah besar bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga surban yang ada di kepalanya lengser ke leher.
Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya.
Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi, “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan.”
Seseorang dari mereka masih mengelak dan bicara menantang.
“Itu bukan cuka, itu arak. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Rumi membelinya di kedai arak”, katanya
Lalu Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya.
Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang benar-benar cuka.
Rupanya sang guru sebelum pergi ke rumah Rumi terlebih dahulu mampir ke toko minuman arak tersebut dan berpesan jika Rumi datang membeli arak maka berikanlah botol ini padanya, (botol yang terlebih dulu sudah di isi cuka oleh sang guru).
Mereka lalu memukuli kepala mereka sendiri sebagai tanda penyesalan dan meminta maaf kepada Rumi. Lalu pelan-pelan mereka pergi satu demi satu sambil menahan malu.
Rumi berkata pada Syams,
“Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri di depan umatku. Apa maksud semua ini?”
“Agar kau mengerti bahwa kehormatan umat dan wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata.
Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi..?
Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu.
Inikah penghormatan yang selama ini kau bangga-banggakan dan perjuangkan yang akhirnya lenyap hanya dalam sesaat.
Maka mulai hari ini berhentilah untuk mencari penghormatan dari sesama manusia dan bersandarlah pada Zat yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.
Mulai hari ini bersandarlah hanya kepada Allah SWT saja. Dia Yang Maha Tahu Siapa manusia yang benar-benar terhormat dan siapa yang palsu.” kata Syekh Syams menasehati muridnya.
Semoga kita dapat memetik hikmahnya.

Bagikan informasi tentang Kehormatan Palsu kepada teman atau kerabat Anda.

Kehormatan Palsu | Distributor Hijab Alila

Belum ada komentar untuk Kehormatan Palsu

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

Edisi Terbatas
Gamis Denim Pocket Denim

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 355.000
Tersedia / Gamis Denim Pocket Denim
Rp 355.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Denim Pocket Denim
Gamis flower chic Mint

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 260.000
Tersedia / Gamis flower chic
Rp 260.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis flower chic
Gamis Pomi Twill Avocado

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 2.450.000
Tersedia / Gamis pomi twill
Rp 2.450.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis pomi twill
Gamis Zahwa Galeri Blue lavender

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 220.000
Tersedia
Rp 220.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR