Butuh Bantuan? Customer service Distributor Hijab Alila siap melayani dan membantu Anda.
INFO : Alila Fair Online sedang berlangsung, yuuk segera hubungi kami dear :) Diskon up to 30% INFO : Alila Fair Offline sedang berlangsung, yuuk segera kunjungi kami dear :) Diskon up to 70%
Beranda » Artikel Terbaru » Jangan Menunda Kebaikan

Jangan Menunda Kebaikan

Diposting pada 22 Maret 2021 oleh Distributor Hijab Alila | Dilihat: 34 kali
Kisah ini terjadi di Palestina, pada waktu Perang Salib. Pasukan Salib yang berasal dari berbagai penjuru Eropa datang ke Palestina, memerangi kaum muslimin di sana.
Di Palestina ada sebuah keluarga miskin terdiri dari seorang ibu dan anaknya. Ibunya berkata pada anaknya, “Pasukan Salib menguasai tanah air kita dan merampas semua kekayaan kita. Kita tidak memiliki apa-apa lagi kecuali seekor kambing. Anakku, ibu minta kau mau merawatnya dengan baik. Karena itulah harta kita satu-satunya!”
Setelah mendengar perkataan ibunya, si anak langsung membawa kambingnya ke tempat penggembalaan yang subur. Dan membiarkan kambing itu memakan rumput-rumput hijau yang subur dan segar. Ketika kambingnya asyik makan, ia duduk di bawah rindang nya pohon sambil mengawasinya. Anak itu berkata pada dirinya sendiri, “Susu yang akan keluar dari kambing ini adalah satu-satunya sumber makan bagiku dan ibuku. Sebagian susu ini akan aku jual ke pasar dan sebagiannya lagi untuk diminum. Maka aku harus meggembalakannya dengan sungguh sungguh!”.
Ketika dia sedang asyik berpikir dan melamun, tiba-tiba ia mendengar suara derap kaki kuda. Ia melihat ke arah datangnya suara kaki kuda itu. Ternyata di kejauhan debu mengepul dan dia melihat ada rombongan pasukan datang. Segera ia lari ke arah kambing kesayangannya dan membawanya bersembunyi ke arah semak-semak belukar yang rimbun. Dari balik semak, anak itu melihat pertempuran yang sangat sengit. Sekelompok pasukan Salib mengejar-ngejar pasukan muslimin. Anak itu terus menunggu sampai pasukan itu menjauh. Lalu ia menuntun kambingnya menuju rumah untuk melihat keadaan ibunya.

Saat ia sudah dekat dengan rumahnya, ia melihat seorang tentara muslim sedang memapah temannya yang sakit. Tentara itu meminta seteguk air untuk di minum kepada si anak. Karena merasa iba si anak langsung masuk ke rumahnya, untuk mengambil air minum. Dan ternyata anak itu tidak menemukan air di rumahnya kecuali sedikit dan tidak cukup untuk diminum. Anak itu berpikir cepat. Ia kembali ke rumahnya mengambil mangkuk. Lalu memerah susu kambingnya dan memberikan mangkuk berisi susu itu pada ke dua tentara. Ketika merasa masih kurang ia kembali memerah susu kambingnya sampai ke duanya cukup minum. Kedua tentara itu mengucapkan terimakasih kepadanya. Tentara yang terluka berkata kepadanya dengan terbata-bata, “Allah memberkatimu anakku…kau telah menyelamatkan nyawaku!”.
Keduanya lalu pamit. Sang anak masuk ke dalam rumahnya. Sang ibu marah melihat apa yang dilakukan anaknya, “Apa yang kau lakukan? Kau telah memerah semua isi susu kambing kita dan kau berikan kepada dua tentara itu. Dan tidak kau sisakan untuk kita sama sekali!”
Sang anak berkata dengan lembut kepada ibunya, “Ibu, kita sabar sebentar. Tak lama lagi susu kambing itu akan terisi kembali ibu, aku tidak sanggup membiarkan tentara terluka itu mati kehausan!” Mendengar perkataan anaknya itu, si Ibu hanya bisa diam.
Bulan berganti bulan. Kaum muslimin di bawah pimpinan Sultan Shalahuddin Al- Ayyubi akhirnya memenangkan peperangan. Tatkala anak itu sedang bermain di depan rumahnya ia melihat ada dua orang laki-laki berjalan ke arah nya. Keduanya mengiring kambing yang cukup banyak jumlahnya.
Salah seorang dari keduanya berkata, “Wahai anak yang saleh, ini kambing jumlahnya 40 ekor. Semuanya dihadiahkan untukmu dari komandan kami. Kau telah berjasa menyelamatkan nyawanya!” “Tetapi aku tidak melakukan hal yang pantas untuk mendapatkan hadiah sebanyak ini Tuan,” sahut si anak. “Bahkan kau telah berjasa besar sekali. Kau telah menyelamatkan nyawa komandan pasukan kepercayaan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Secara tidak langsung kau telah ikut andil dalam kemenangan kaum muslimin.”
Dua tentara itu menyalami anak itu dengan hangat lalu berpamitan. Ketika kedua tentara itu melangkah pergi sang ibu keluar dari rumah. Ia langsung memeluk anaknya dengan kasih sayang seraya berkata, “Ibu telah mendengar semua percakapan kalian. Segala puji bagi Allah yang telah mengganti harta kita yang hilang!” “Amal kebaikan TIDAK AKAN PERNAH HILANG, ibu” jawab sang anak lirih.
Hikmah dari kisah ini :
Jangan pernah ragu untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Sesungguhnya Allah tak akan lupa untuk membalas amal kebaikan kita.

Bagikan informasi tentang Jangan Menunda Kebaikan kepada teman atau kerabat Anda.

Jangan Menunda Kebaikan | Distributor Hijab Alila

Belum ada komentar untuk Jangan Menunda Kebaikan

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

Edisi Terbatas
PRE ORDER Set Akad New

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 425.000
Tersedia / Set Akad New
Rp 425.000
Stok: Tersedia
Kode: Set Akad New
Paling Laris
Berry Perdana Grey Dongker

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Mulai Rp 210.000
Tersedia / GreyDongker
*Mulai Rp 210.000
Stok: Tersedia
Kode: GreyDongker
Gamis Zippy Castle⁣⁣ Black Grey⁣

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 250.000
Tersedia / Gamis Zippy Castle⁣⁣ Black Grey⁣
Rp 250.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Zippy Castle⁣⁣ Black Grey⁣
Gamis Set Jasmine Bordir

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 395.000
Tersedia / Gamis Set Jasmine Bordir
Rp 395.000
Stok: Tersedia
Kode: Gamis Set Jasmine Bordir
SIDEBAR