Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Hijab Jadi Tidak Syar’i?
Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Hijab Jadi Tidak Syar’i?

Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Hijab Jadi Tidak Syar’i?

Rp
stock
Habis
Deskripsi Produk
Rating : 0/5
Kategori : Renungan

Gamis Neo Galeri Melon (2)Pernah melihat akhwat yang sudah berhijab, tapi hijabnya menerawang saat terkena sinar matahari sehingga apa yang seharusnya tak terlihat jadi terlihat? Atau pernah mengalami saat duduk, berdiri, berjalan, terkena terpaan angin atau aktivitas lainnya lantas lekuk tubuh Muslimah yang harusnya tersembunyi lalu terlihat (see through)? Atau justru kamu pernah mengalaminya?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hal-hal seperti itu. Yang perlu kita ketahui saat berhijab syar’i adalah, bahwa seluruh tubuh wanita itu aurat, kecuali yang biasa terlihat daripadanya, yaitu wajahnya dan telapak tangannya. Selain keduanya, maka harus tertutup. Tapi tidak hanya tertutup namun juga harus melindungi bentuk tubuh, artinya hijab yang dikenakan tidak transparan dan tidak membentuk.

Karenanya penting bagi Muslimah untuk memperhatikan hijab yang dipakai mulai dari model hijab, bahan yang digunakan, sampai cara memakai hijab, yang bila tidak tepat, bisa jadi bukan jadi hijab syar’i yang digunakan walau niatnya sudah betul.

Apa saja yang bisa menyebabkan hijab jadi tidak syar’i?

  1. Model hijab, atau bentuk hijab. Seharusnya hijab itu tidak membentuk lekuk tubuh, sehingga hijab yang dipakai haruslah longgar dan luas. Tidak berbentuk huruf H tapi lebih kepada huruf A, hingga pinggul dan pinggang Muslimah tidak terbentuk.
  2. Bahan hijab. Bahan yang dipakai bukan yang tipis, sehingga transparan bila dipakai. Bahan yang dipakai juga bukan jenis bahan yang menempel ke tubuh, atau mudah membentuk lekuk tubuh seperti spandex dan jersey
  3. Cara memakai hijab. Banyak yang salah memahami bahwa hijab syar’i hanyalah pakaian atas (khimar/kerudung) dan juga pakaian bawah (jilbab/gamis), padahal ada satu lagi komponen hijab syar’i yaitu pakaian rumah (mihnah) yang dipakai di dalam gamis

Nah, bila ketiga hal ini diperhatikan dengan baik, insyaAllah hijab syar’i yang dikenakan tidak akan menyulitkan Muslimah. Tidak transparan dan tidak membentuk lekuk tubuh.

Baju Mihnah (ثياب المهنة) secara bahasa diambil dari bahasa arab (المهنة) yang artinya profesi, maka baju mihnah adalah baju yang dikenakan oleh Muslimah yang profesi termulianya adalah ummu wa rabbatul bait (ibu dan pengelola rumah tangga). Maka baju Mihnah bisa diartikan sebagai pakaian sehari-hari yang dikenakan oleh wanita di rumahnya, dimana yang berinteraksi dengannya hanya mahramnya (keluarganya).

mihnah

Saat berada di rumahnya, dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang biasa dia lakukan bersama mahramnya, tentu wanita Muslimah tidak perlu menutup auratnya dengan pakaian lengkapnya sebagaimana saat dia keluar dari rumahnya. Karena Allah membolehkan mahram Muslimah itu untuk melihar bagian tubuh wanita sampai batas tempat melekat perhiasannya. Pakaian sehari-hari Muslimah di rumahnya itulah yang disebut Mihnah.

Saat beraktivitas diluar rumahnya, atau saat ada lelaki yang bukan mahramnya di rumah. Maka Muslimah dipinta oleh Allah mengenakan hijab syar’i yaitu jilbab/gamis dan khimar/kerudung yang dikenakan diatas pakaian rumah. Inilah pakaian syar’i Muslimah diluar rumahnya atau biasa disebut dengan hijab syar’i.

Dan saat Muslimah keluar rumah dengan mihnah didalamnya, ini pun menjadi salah satu pakaian yang melindungi Muslimah dari terlihatnya lekuk tubuh saat terkena sinar matahari, diterpa angin atau saat beraktivitas lainnya.

Karenanya banyak kita temukan sekarang, Muslimah yang belum memahami bahwa mihnah adalah termasuk bagian hijab syar’i, mereka tidak mengenakan mihnah di dalam jilbabnya/gamisnya dan khimarnya/kerudungnya, ditambah lagi tidak tepat dalam memilih bahan dan bentuk hijab, jadilah pakaian hijab mereka transparan dan menampakkan lekuk tubuhnya.

Tags: , , , , ,

Pernah Dilihat